Restoran-Domano – Provinsi Jambi tidak hanya dikenal dengan kekayaan alamnya yang melimpah, seperti Sungai Batanghari yang melegenda atau Gunung Kerinci yang menjulang tinggi. Lebih dari itu, Jambi menyimpan khazanah kuliner yang sangat kaya, salah satunya adalah Gulai Tepek Ikan. Kuliner ini bukan sekadar hidangan biasa; ia adalah representasi dari kearifan lokal, perpaduan budaya, dan bukti betapa kayanya rempah-rempah di tanah Melayu.
Bagi masyarakat Jambi, Gulai Tepek Ikan adalah sajian istimewa yang biasanya hadir dalam acara-acara adat, pernikahan, atau penyambutan tamu kehormatan. Namun, seiring berjalannya waktu, hidangan ini menjadi bagian dari keseharian yang bisa dinikmati oleh siapa saja. Mari kita bedah lebih dalam mengenai sejarah, keunikan, hingga proses pembuatan Gulai Tepek Ikan yang mampu menggoyang lidah siapa pun yang mencicipinya.
Asal Usul dan Sejarah di Balik Nama Gulai Tepek Ikan

Nama hidangan ini sering kali memicu rasa penasaran. Kata “Tepek” dalam bahasa Melayu Jambi memiliki arti “dipipihkan” atau “ditekan”. Hal ini merujuk langsung pada proses pembuatan adonan ikannya. Berbeda dengan pempek Palembang yang memiliki berbagai macam bentuk, adonan ikan dalam kuliner Jambi ini dibuat pipih sebelum akhirnya dimasak bersama kuah gulai yang kental.
Pengaruh Sungai Batanghari
Sejarah Gulai Tepek Ikan sangat erat kaitannya dengan Sungai Batanghari. Sebagai sungai terpanjang di Sumatra, Batanghari adalah sumber kehidupan bagi masyarakat Jambi. Sejak zaman dahulu, sungai ini menyediakan ikan air tawar melimpah, terutama jenis ikan Belida dan ikan Putak. Karena melimpahnya hasil tangkapan, masyarakat lokal berinovasi untuk mengolah ikan tersebut agar tidak membosankan dan memiliki daya simpan yang lebih lama melalui teknik perebusan dan pemaduan dengan bumbu gulai.
Simbol Kebersamaan dalam Tradisi
Dahulu, Gulai Tepek Ikan adalah menu wajib dalam prosesi adat “Makan Berawang” atau makan bersama dalam nampan besar. Hidangan ini melambangkan kekeluargaan dan rasa syukur atas hasil alam yang diberikan. Meskipun sekarang ikan Belida sudah mulai langka dan dilindungi, esensi kuliner ini tetap terjaga dengan penggunaan ikan air tawar lainnya sebagai pengganti.
Karakteristik Utama: Perpaduan Tekstur dan Rasa
Apa yang membuat Gulai Tepek Ikan berbeda dengan gulai pada umumnya? Perbedaan mendasarnya terletak pada komponen utama dan cita rasa kuahnya yang unik, yang menggabungkan rasa gurih, pedas, dan sedikit asam segar dari buah nanas.
Tekstur Adonan Ikan yang Kenyal
Komponen “tepek” atau adonan ikannya sekilas mirip dengan pempek. Adonan ini terbuat dari gilingan daging ikan yang dicampur dengan tepung sagu (tapioka) dan sedikit air. Setelah dicampur, adonan dibentuk pipih dan direbus. Hasilnya adalah tekstur yang kenyal namun tetap lembut saat digigit, memberikan sensasi mouthfeel yang memuaskan di tengah siraman kuah santan.
Kuah Gulai yang Kaya Rempah
Kuah gulai dari hidangan ini adalah “jiwa” dari masakan tersebut. Masyarakat Jambi menggunakan racikan rempah yang sangat kompleks. Penggunaan kunyit yang dominan memberikan warna kuning keemasan yang menggugah selera. Selain itu, ada kehadiran nanas yang dipotong kecil-kecil atau diparut ke dalam kuah. Nanas berfungsi untuk memberikan rasa asam alami yang menyeimbangkan rasa lemak dari santan, sekaligus menghilangkan aroma amis pada ikan.
Rahasia Bumbu dan Proses Pembuatan Tradisional

Membuat Gulai Tepek Ikan Khas Jambi memerlukan kesabaran dan ketelitian dalam meracik bumbu. Tidak ada langkah yang boleh dilewati untuk mendapatkan rasa yang otentik.
Bahan-Bahan Utama
Untuk membuat adonan tepek, Anda membutuhkan:
-
Ikan Gabus atau Ikan Tenggiri giling (sebagai pengganti ikan Belida).
-
Tepung Sagu berkualitas tinggi.
-
Garam dan sedikit air es.
Sedangkan untuk bumbu gulai, rempah yang digunakan meliputi:
-
Santan kelapa kental.
-
Bawang merah dan putih.
-
Cabai merah keriting.
-
Kunyit, jahe, dan lengkuas.
-
Serai yang dimemarkan.
-
Nanas masak yang dipotong-potong.
Langkah-Langkah Pembuatan
-
Membuat Tepek: Campurkan daging ikan giling dengan garam dan air es, aduk hingga kalis. Masukkan tepung sagu perlahan hingga adonan bisa dibentuk. Pipihkan adonan, lalu rebus dalam air mendidih hingga mengapung. Angkat dan sisihkan.
-
Menumis Bumbu: Haluskan semua bumbu kecuali serai dan lengkuas. Tumis hingga harum dan matang sempurna agar tidak ada rasa langu.
-
Memasak Kuah: Masukkan santan ke dalam tumisan bumbu, aduk terus agar santan tidak pecah. Masukkan serai, lengkuas, dan nanas.
-
Penyatuan: Setelah kuah mendidih dan mulai mengental, masukkan potongan tepek ikan yang sudah direbus tadi. Masak sebentar hingga bumbu meresap ke dalam adonan ikan. Tambahkan garam dan gula sesuai selera.
Gulai Tepek Ikan di Era Modern: Tantangan dan Inovasi
Di tengah gempuran makanan kekinian, Gulai Tepek Ikan tetap bertahan sebagai identitas kuliner Jambi. Namun, ada beberapa tantangan yang dihadapi oleh para pelestari kuliner tradisional ini.
Kelangkaan Bahan Baku
Seperti yang disebutkan sebelumnya, ikan Belida sebagai bahan baku asli kini sangat sulit ditemukan. Hal ini memaksa para koki dan ibu rumah tangga di Jambi untuk beradaptasi. Penggunaan ikan Gabus menjadi pilihan paling populer karena memiliki tekstur daging yang mirip. Inovasi ini penting agar resep legendaris ini tidak hilang ditelan zaman.
Daya Tarik Wisata Kuliner
Pemerintah Kota Jambi kini gencar mempromosikan Gulai Tepek Ikan sebagai daya tarik wisata. Festival kuliner sering diadakan di pinggiran Sungai Batanghari untuk memperkenalkan hidangan ini kepada generasi muda dan wisatawan. Saat ini, Anda bisa menemukan Gulai Tepek Ikan di berbagai restoran khas Melayu Jambi hingga warung nasi sederhana di sudut kota.
Tips Menikmati Gulai Tepek Ikan yang Otentik

Menikmati hidangan legendaris ini ada seninya tersendiri. Agar pengalaman kuliner Anda maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
-
Sajikan dengan Nasi Hangat: Kuah gulai yang kental dan gurih sangat cocok dipadukan dengan nasi putih yang masih mengepul.
-
Tambahkan Kerupuk Jambi: Tekstur renyah dari kerupuk kemplang atau kerupuk ikan khas Jambi akan menambah dimensi rasa saat menyantap Gulai Tepek Ikan.
-
Pilih Restoran Tradisional: Jika Anda berkunjung ke Jambi, carilah rumah makan yang memiliki spesialisasi masakan Melayu. Biasanya, mereka masih menggunakan cara tradisional dalam memeras santan dan mengolah rempah, yang menghasilkan rasa lebih “nendang”.
-
Perhatikan Keseimbangan Rasa: Gulai Tepek Ikan yang enak adalah yang memiliki keseimbangan antara pedas cabai, gurih santan, dan asam segar nanas. Jika kuahnya terlalu manis atau terlalu asam, maka keotentikannya berkurang.
Kesimpulan
Gulai Tepek Ikan adalah warisan budaya takbenda yang patut kita banggakan. Ia adalah potret nyata bagaimana masyarakat Jambi menghargai kekayaan sungai dan memadukannya dengan rempah-rempah nusantara. Dari proses “menepi” adonan hingga perebusan dalam kuah kuning nan segar, setiap tahapannya mengandung nilai filosofis tentang kesabaran dan kebersamaan.
Bagi Anda pencinta kuliner nusantara, mencicipi Gulai Tepek Ikan adalah sebuah keharusan. Rasa gurih dan segar yang unik akan memberikan perspektif baru tentang kekayaan gulai di Indonesia yang sangat beragam. Jangan biarkan kuliner legendaris ini hanya menjadi cerita sejarah; mari terus dukung keberadaan masakan tradisional dengan mencicipi dan memperkenalkannya kepada dunia.
