Restoran-Domano – Bagi para pecinta kuliner Nusantara, menjelajahi kekayaan rasa di Pulau Kalimantan adalah sebuah petualangan yang tidak ada habisnya. Namun, jika Anda berkunjung ke Provinsi Kalimantan Barat, ada satu hidangan yang menyandang status wajib coba dan sering kali menjadi kerinduan bagi para perantau: Bubur Pedas Sambas.
Mendengar namanya, banyak orang mungkin akan langsung membayangkan semangkuk bubur dengan siraman sambal cabai yang membakar lidah. Namun, di sinilah letak keunikannya. “Pedas” dalam penamaan Bubur Pedas bukanlah representasi dari rasa cabai yang menyengat, melainkan simbol dari “kepedasan” atau keragaman sayur-mayur dan rempah-rempah yang tumpah ruah di dalam satu porsi. Hidangan ini adalah perayaan agraris dalam semangkuk makanan—sehat, mengenyangkan, dan memiliki kedalaman rasa yang luar biasa.
Sejarah dan Asal-Usul, Hidangan Raja yang Merakyat

Bubur Pedas Sambas, atau dalam bahasa setempat disebut Bubbor Paddas, sejatinya berasal dari Kabupaten Sambas, wilayah paling utara di Kalimantan Barat yang berbatasan langsung dengan Malaysia. Dahulu kala, hidangan ini bukanlah makanan rakyat biasa, melainkan sajian istimewa yang dihidangkan di lingkungan Kesultanan Sambas.
Konon, Bubur Pedas diciptakan sebagai solusi cerdas di masa sulit atau masa peperangan. Dengan memanfaatkan sisa-sisa bahan pangan yang ada di sekitar—mulai dari sayuran liar di hutan hingga sisa beras—masyarakat menciptakan bubur yang bergizi tinggi untuk menjaga stamina para pejuang. Namun, karena kelezatannya, lambat laun bubur ini naik kasta dan menjadi primadona di meja makan para sultan.
Saat ini, Bubur Pedas telah bermigrasi dari dapur kerajaan ke warung-warung pinggir jalan di Pontianak, Singkawang, hingga ke negeri jiran seperti Sarawak. Ia kini menjadi identitas budaya masyarakat Melayu Sambas yang melambangkan kebersamaan dan kesederhanaan.
Keunikan Beras Sangrai: Kunci Tekstur yang Berbeda
Apa yang membedakan Bubur Pedas dengan bubur ayam Jakarta atau bubur Manado (Tinutuan)? Jawabannya terletak pada pengolahan bahan dasarnya, yaitu beras.
Dalam pembuatan Bubur Pedas Sambas, beras tidak langsung dimasak dengan air. Beras terlebih dahulu dicuci bersih, dikeringkan, lalu disangrai (digoreng tanpa minyak) bersama dengan kelapa parut hingga berwarna kecokelatan dan menebarkan aroma harum yang khas. Setelah itu, beras sangrai ditumbuk halus namun tetap menyisakan sedikit tekstur kasar.
Proses sangrai inilah yang memberikan warna abu-abu kecokelatan pada bubur, sekaligus memberikan aroma smoky dan rasa gurih yang tidak bisa ditemukan pada jenis bubur lainnya. Tanpa beras sangrai ini, sebuah hidangan belum bisa disebut sebagai Bubur Pedas Sambas yang autentik.
Komposisi Sayur-Mayur, Kebun di Dalam Mangkuk

Jika Anda adalah seorang vegetarian atau pecinta makanan sehat, Bubur Pedas Sambas Kalimantan Barat akan menjadi surga bagi Anda. Hidangan ini dikenal sebagai salah satu kuliner dengan jenis sayuran terbanyak dalam satu porsi. Tidak tanggung-tanggung, bisa terdapat lebih dari 10 jenis sayuran di dalamnya.
Sayuran wajib yang harus ada dalam Bubur Pedas antara lain:
-
Kangkung dan Bayam: Sebagai sumber serat utama.
-
Kacang Panjang: Menambah tekstur renyah.
-
Jagung Manis: Memberikan sentuhan rasa manis alami.
-
Ubi Jalar atau Labu Kuning: Memberikan kekentalan dan rasa gurih.
-
Pakis: Sayuran hutan khas Kalimantan yang memberikan tekstur unik.
-
Daun Kesum: Inilah kunci rahasia aromanya. Daun kesum memberikan aroma wangi yang sangat tajam dan khas, mirip dengan aroma laksa.
Perpaduan belasan sayur ini dimasak bersama kaldu tulang sapi atau kaldu ikan teri, menciptakan harmoni rasa yang sangat kompleks—ada manis dari jagung, gurih dari kaldu, dan wangi segar dari dedaunan.
Rempah dan Kondimen: Simfoni Rasa yang Meledak
Meskipun namanya “pedas”, rasa pedas yang muncul di lidah sebenarnya berasal dari penggunaan lada putih dan bumbu halus yang terdiri dari bawang merah, bawang putih, jahe, dan kunyit. Namun, kelezatan Bubur Pedas belum lengkap tanpa kehadiran kondimen pendampingnya.
Satu porsi Bubur Pedas Sambas biasanya disajikan dengan taburan:
-
Kacang Tanah Goreng: Memberikan tekstur crunchy dan rasa gurih kacang.
-
Ikan Teri Goreng: Memberikan sentuhan rasa asin yang kontras dengan manisnya sayuran.
-
Perasan Jeruk Sambal: Di Kalimantan Barat, jeruk ini sangat populer. Asamnya yang segar mampu memecah kekentalan bubur.
-
Sambal Cabai: Bagi mereka yang benar-benar menginginkan rasa pedas membakar, barulah sambal cabai rawit ditambahkan sesuai selera.
Bagi masyarakat lokal, cara terbaik menikmati Bubur Pedas adalah dengan mencampurkan semua kondimen tersebut, lalu memakannya selagi panas. Sensasi rasa asin, asam, manis, dan aroma rempah yang menyatu benar-benar akan memanjakan indra perasa Anda.
Manfaat Kesehatan: Semangkuk Nutrisi Alami
Di balik kelezatannya, Bubur Pedas Sambas adalah salah satu makanan paling menyehatkan di Indonesia. Kandungan gizi di dalamnya sangat lengkap. Dari beras sangrai, kita mendapatkan karbohidrat; dari kaldu daging atau teri, kita mendapatkan protein; dan dari belasan sayuran, kita mendapatkan vitamin, mineral, dan serat yang sangat tinggi.
Karena komposisinya yang dominan sayuran, bubur ini sering dianggap sebagai makanan detoksifikasi alami oleh warga lokal. Mengonsumsi semangkuk Bubur Pedas di pagi hari diyakini dapat melancarkan pencernaan dan memberikan energi yang tahan lama untuk beraktivitas. Tak heran jika di Pontianak, warung Bubur Pedas selalu ramai sejak jam sarapan hingga makan siang.
Di Mana Mencicipi Bubur Pedas Sambas Terbaik?

Jika Anda berkunjung ke Kalimantan Barat, Anda tidak akan kesulitan menemukan hidangan ini. Di Kota Pontianak, terdapat beberapa kedai legendaris seperti Bubur Pedas Pa’ Ngah yang sudah terkenal hingga ke mancanegara.
Namun, jika Anda ingin merasakan sensasi yang paling autentik, melakukan perjalanan ke Kabupaten Sambas adalah pilihan terbaik. Di sana, Bubur Pedas sering disajikan dalam porsi besar saat acara kumpul keluarga atau perayaan adat. Suasana pesisir utara Kalimantan yang tenang akan membuat pengalaman mencicipi bubur ini menjadi lebih berkesan.
Sebuah Mahakarya Kuliner dari Bumi Khatulistiwa
Bubur Pedas Sambas adalah bukti nyata betapa kayanya budaya kuliner Indonesia. Ia mengajarkan kita bahwa sebuah nama tidak selalu mencerminkan rasa yang tampak di permukaan, melainkan menyimpan filosofi tentang keragaman dan kebersamaan. Lewat perpaduan beras sangrai, daun kesum, dan belasan sayuran, Bubur Pedas sukses memberikan sensasi kuliner yang tidak hanya mengenyangkan perut, tetapi juga menghangatkan jiwa.
Bagi siapa pun yang mengaku sebagai pencinta kuliner, belum sah rasanya jika belum merasakan keajaiban rempah dalam semangkuk Bubur Pedas Sambas. Ia adalah warisan budaya yang harus terus dijaga dan diperkenalkan kepada dunia.
