Restoran-Domano – Kalimantan Tengah tidak hanya dikenal dengan kekayaan hutan hujan tropisnya yang rimbun, tetapi juga dengan warisan kuliner tradisional yang sangat unik dan eksotis. Salah satu hidangan paling ikonik yang menjadi kebanggaan masyarakat Dayak adalah Juhu Umbut Rotan. Jika biasanya rotan dikenal sebagai bahan baku pembuatan kursi atau kerajinan tangan, di tangan masyarakat Kalimantan Tengah, bagian tunas muda dari pohon rotan diolah menjadi sayur yang menggugah selera.
Juhu Umbut Rotan memiliki cita rasa yang khas—perpaduan antara gurih, segar, dan sentuhan pahit yang tipis namun nikmat. Teksturnya yang renyah menyerupai rebung namun dengan karakter rasa yang lebih kuat. Bagi masyarakat setempat, hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan simbol kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil hutan secara bijaksana. Namun, memasak umbut rotan membutuhkan teknik khusus, terutama dalam meminimalisir rasa pahit yang dominan agar tetap nyaman di lidah.
Mengenal Umbut Rotan, Bahan Utama yang Eksotis

Umbut rotan adalah bagian paling dalam atau tunas muda dari pohon rotan yang masih baru tumbuh. Dalam bahasa Dayak Ngaju, sayur ini disebut Singkah. Untuk mendapatkan umbut ini, para petani atau pencari rotan harus masuk ke dalam hutan dan menebang pohon rotan yang masih muda, kemudian mengupas kulitnya yang berduri tajam hingga menemukan bagian inti yang berwarna putih bersih dan lunak.
Pohon rotan yang digunakan biasanya adalah jenis rotan irit atau rotan taman. Karena proses pengambilannya yang cukup sulit dan berbahaya (mengingat duri rotan yang sangat banyak), umbut rotan dianggap sebagai bahan makanan yang istimewa. Di pasar-pasar tradisional Palangka Raya, umbut rotan sering dijual dalam bentuk potongan silinder yang sudah dikupas, siap untuk dibawa pulang dan diolah.
Rahasia dan Tips Mengolah Rotan Muda Agar Tidak Terlalu Pahit
Banyak orang ragu memasak umbut rotan karena khawatir akan rasa pahitnya yang kuat. Sebenarnya, sedikit rasa pahit adalah ciri khas yang dicari, namun jika terlalu berlebihan, rasa masakan akan terganggu. Berikut adalah tips profesional untuk mengolahnya:
-
Pemilihan Umbut yang Tepat: Pilihlah umbut rotan yang masih sangat muda dan berwarna putih cerah. Bagian yang sudah berwarna agak kecokelatan biasanya lebih keras dan jauh lebih pahit.
-
Teknik Perendaman: Setelah dikupas dan dipotong-potong tipis, rendamlah umbut rotan dalam air dingin yang dicampur dengan sedikit garam selama 30-60 menit. Garam membantu menarik sebagian getah pahit keluar dari serat rotan.
-
Perebusan Awal (Blanching): Rebus umbut rotan dalam air mendidih selama 5-10 menit, lalu buang air rebusannya. Teknik ini efektif untuk membuang sebagian besar rasa pahit yang pekat sebelum dimasak dengan bumbu utama.
-
Kombinasi Bahan Penyeimbang: Masyarakat Dayak sering memasak umbut rotan bersama dengan ikan sungai (seperti ikan baung atau gabus) dan terong asam. Rasa asam dan gurih dari ikan akan menyeimbangkan rasa pahit dari rotan.
Bahan-Bahan yang Dibutuhkan untuk Membuat Juhu Umbut Rotan
Untuk membuat Juhu Umbut Rotan yang autentik, Anda memerlukan bumbu-bumbu segar yang kaya akan rempah. Berikut adalah daftar bahannya:
Bahan Utama:
-
500 gram umbut rotan muda (bersihkan dan potong miring tipis).
-
250 gram ikan sungai (Ikan Baung, Gabus, atau Patin lebih disarankan).
-
1 ikat kecil kacang panjang (potong-potong).
-
1 buah terong asam (potong-potong) untuk memberikan rasa segar.
-
1 liter air.
Bumbu Halus:
-
6 butir bawang merah.
-
4 siung bawang putih.
-
3 butir kemiri (sangrai).
-
2 cm kunyit (bakar sebentar).
-
1 cm jahe.
-
1 cm lengkuas.
Bahan Pelengkap:
-
2 batang serai (memarkan).
-
2 lembar daun salam.
-
Garam, gula, dan penyedap rasa secukupnya.
Langkah-Langkah Memasak Juhu Umbut Rotan Khas Kalteng

Setelah semua bahan siap, ikuti langkah-langkah berikut untuk mendapatkan hasil masakan yang maksimal:
-
Persiapan Rotan: Siapkan umbut rotan yang sudah melewati proses perendaman dan perebusan awal seperti pada tips di atas. Tiriskan.
-
Menumis Bumbu: Panaskan sedikit minyak, tumis bumbu halus hingga harum. Masukkan serai dan daun salam. Aduk hingga bumbu matang dan tidak berbau langu.
-
Merebus Air: Masukkan air ke dalam panci, tunggu hingga mendidih. Setelah mendidih, masukkan bumbu yang telah ditumis tadi.
-
Memasukkan Bahan: Masukkan umbut rotan ke dalam panci. Masak hingga umbut mulai melunak.
-
Memasukkan Ikan: Setelah rotan setengah matang, masukkan potongan ikan sungai. Pastikan api dalam keadaan sedang agar ikan matang merata dan tidak hancur.
-
Finishing: Masukkan kacang panjang dan terong asam. Tambahkan garam, gula, dan penyedap rasa. Koreksi rasa hingga menemukan keseimbangan antara gurih dan sedikit pahit.
-
Penyajian: Masak hingga semua bahan matang sempurna. Matikan api dan Juhu Umbut Rotan Khas Kalimantan Tengah siap disajikan selagi hangat.
Manfaat Kesehatan di Balik Pahitnya Umbut Rotan
Di balik rasanya yang unik, masyarakat Dayak meyakini bahwa umbut rotan memiliki khasiat obat. Rasa pahit yang dihasilkan dipercaya berasal dari kandungan alkaloid alami yang berfungsi sebagai penawar racun dan penurun panas (anti-piretik).
Selain itu, umbut rotan juga kaya akan serat alami yang sangat baik untuk pencernaan. Mengonsumsi sayur ini secara rutin dipercaya dapat meningkatkan nafsu makan dan menjaga kebugaran tubuh, terutama bagi mereka yang sering beraktivitas di alam terbuka. Khasiat inilah yang membuat Juhu Umbut Rotan tetap bertahan melintasi generasi sebagai menu kesehatan tradisional.
Juhu Umbut Rotan sebagai Identitas Budaya Dayak

Bagi suku Dayak, kuliner ini sering muncul dalam acara-acara adat, pernikahan, atau penyambutan tamu kehormatan. Menyuguhkan Juhu Umbut Rotan adalah simbol penghormatan tertinggi kepada tamu, karena menunjukkan kerja keras tuan rumah dalam mencari bahan makanan terbaik dari hutan.
Hidangan ini mencerminkan filosofi hidup masyarakat Kalimantan Tengah yang selaras dengan alam. Mereka tidak merusak hutan, melainkan mengambil apa yang disediakan alam secukupnya. Keberadaan sayur ini juga menjadi pengingat pentingnya menjaga kelestarian hutan rotan agar warisan kuliner ini tidak punah dimakan zaman.
Variasi Masakan Umbut Rotan di Berbagai Daerah
Meskipun Juhu Umbut Rotan sangat identik dengan Kalimantan Tengah, variasi sayur umbut ini juga ditemukan di wilayah Kalimantan lainnya dengan nama dan bumbu yang sedikit berbeda. Di Kalimantan Timur, terkadang umbut rotan dimasak dengan santan kental, sementara di Kalimantan Selatan, bumbu kuningnya sering dibuat lebih dominan kunyit.
Namun, gaya memasak khas Kalimantan Tengah yang cenderung berkuah bening namun kaya rempah (Juhu) tetap menjadi versi yang paling dicari karena kesegarannya yang mampu menonjolkan rasa asli dari rotan itu sendiri tanpa tertutup oleh rasa santan yang berat.
Menikmati Keajaiban Rasa dari Hutan Kalimantan
Memasak Juhu Umbut Rotan adalah sebuah petualangan rasa. Dari proses mengolah bahan baku yang menantang hingga menghasilkan kuah yang segar dengan tekstur rotan yang renyah, setiap langkahnya bernilai seni. Jangan takut dengan rasa pahitnya, karena itulah letak eksotisme yang membuat hidangan ini tak terlupakan.
Dengan mengikuti tips mengolah agar tidak terlalu pahit dan menggunakan bumbu rempah yang segar, Anda bisa menghadirkan cita rasa autentik Kalimantan Tengah di meja makan keluarga. Selamat mencoba dan rasakan sensasi “darah hutan” yang menyehatkan dalam setiap suapannya!
